๐Ÿ”ฅ The fun side of leveling up

Kepala penuh. Rencana nggak jalan. Bukan karena kamu malas.

Otakmu dipaksa ngingetin semuanya sendirian: tugas, ide, deadline, janji. Wajar kalau capek dan ada yang kelewat. LVLUP yang nyimpen semua itu, lalu bikin tiap tugas yang kelar terasa kayak naik level di game.

Sekali bayar, punyamu selamanya. Bukan langganan. Bisa dicoba tanpa daftar.

Streak 7 hari!๐Ÿ”ฅ BlazeBerikutnya Wildfire di hari ke-14
LV 4130/220 XP
Rapikan data penjualan
Baca 2 jurnal referensi
Lari 20 menit
Coba centang โ†‘ ยท tap apinya

Kedengeran familiar?

Jam 11 malam baru inget ada yang harus dikirim hari ini.
Ide bagus muncul di jalan. Besoknya hilang entah ke mana.
Senin semangat bikin rencana. Kamis udah lupa rencananya apa.
Udah coba lima aplikasi to-do. Semuanya berhenti dipakai di minggu kedua.
Sibuk seharian, tapi pas malam ditanya "tadi ngerjain apa?", bingung jawabnya.
Bolong sehari, terus mikir "ah udah rusak", dan berhenti total.

Ini bukan soal kurang disiplin. Begini cara otak bekerja.

Kata riset: bukan kamu yang salah, caranya.

๐ŸŒ€โ†’๐Ÿ“โ†’๐Ÿ˜Œ
Ditulis = lega

Urusan yang belum beres terus muter di kepala, sampai kamu tulis rencananya.

Masicampo & Baumeister, 2011Inbox
+10 XP
Progres kecil = semangat

Hari paling bersemangat adalah hari ada kemajuan, sekecil apa pun.

Amabile & Kramer, 2011 ยท 12.000 catatan harianXP
66 hari

Rata-rata sampai kebiasaan jadi otomatis. Bolong sehari nggak merusaknya.

Lally dkk., 2010Api + freeze
SenSelRab โœ“KamJum
Ada "kapan"-nya = jalan

Rencana yang jelas harinya jauh lebih sering terlaksana daripada sekadar niat.

Gollwitzer & Sheeran, 2006 ยท 94 studiRencana minggu
Konsep otak kedua

Otakmu buat mikir, bukan buat ngingat semuanya.

โ€œYour mind is for having ideas, not holding them.โ€David Allen, Getting Things Done

Dari buku Building a Second Brain (Tiago Forte, 2022), empat langkah yang LVLUP bikin jadi gampang:

C๐Ÿ“ฅTangkapInbox
O๐Ÿ—‚๏ธAturProyek & Area
D๐ŸŽฏSaring12 pertanyaan besar
E๐Ÿš€WujudkanHasil jadi

LVLUP tidak berafiliasi dengan Tiago Forte maupun David Allen.

Sehari di LVLUP.

โ˜€๏ธPagiTarik 2-3 tugas ke Hari ini
โšกSiangCentang yang kelar+10 XP
๐ŸŒ™MalamTutup hari, 60 detik๐Ÿ”ฅ +1 hari

Kepikiran sesuatu? Lempar ke Inbox kapan aja. Baru pertama? Misi pemula dan tombol ? di tiap layar yang nuntun.

Konsistensimu, sekarang kelihatan.

Dari Ember di hari pertama sampai Mythic di tahun ketiga. Tiap level apinya makin besar, ganti warna, dan kasih bonus XP. Geser buat lihat semuanya.

โ„๏ธ

Lupa sehari? Ada freeze. Tiap 7 hari streak kamu dapat satu (maksimal dua). Hari yang kelewat makan satu freeze, dan apimu tetap nyala. Bolong sekali nggak apa-apa, asal balik lagi.

Sebelum dan sesudah.

Tanpa sistem

  • Semua disimpan di kepala, takut ada yang lupa
  • Ide berceceran di chat, notes, dan screenshot
  • Rencana besar, tapi nggak tahu mulai dari mana
  • Kerja keras terasa nggak ada hasilnya
  • Bolong sehari, terus berhenti total

Dengan LVLUP

  • Semua ada di Inbox, kepala lega
  • Satu tempat buat ide, link, dan catatan
  • Proyek dipecah jadi tugas kecil yang jelas
  • Tiap centang = XP, kemajuanmu kelihatan
  • Freeze jaga apimu, kamu tinggal balik lagi

Sekali bayar.
Punyamu selamanya.

Rp29.000, sekali. Kalau dipakai setahun, itu kurang dari Rp80 per hari. Dan kamu bisa pakai bertahun-tahun, tanpa tagihan bulanan dan tanpa fitur yang tiba-tiba dikunci.

Jujur aja: LVLUP bukan aplikasi ajaib. Dia nggak akan ngerjain tugasmu. Dia bikin kamu ingat, mulai, dan balik lagi. Sisanya kamu yang naik level.

Akses seumur hidup
Rp29.000 sekali
  • Inbox otak kedua, proyek, rencana minggu, Tutup hari
  • XP, level, api streak 12 tingkat & freeze
  • Insight bulanan dan 12 pertanyaan besar dari area hidupmu
  • Sinkron di HP dan laptop, update gratis
  • Datamu milikmu: unduh atau hapus kapan aja
Beli LVLUP ยท Rp29.000

QRIS, e-wallet, atau virtual account. Link akses langsung dikirim ke emailmu.

Masih ragu? Coba dulu tanpa daftar โ†’

Pertanyaan yang sering muncul

Apa bedanya sama aplikasi to-do biasa?

Aplikasi to-do biasa cuma nyimpen daftar. LVLUP nyatuin tiga hal yang biasanya terpisah: tempat nampung semua yang ada di kepala (Inbox), rencana yang punya jadwal (Rencana minggu), dan alasan buat balik tiap hari (XP, level, dan api streak). Dua yang terakhir itulah yang biasanya hilang, makanya aplikasi to-do sering berhenti dipakai di minggu kedua.

Aku belum pernah pakai aplikasi produktivitas. Bakal bingung?

Nggak. Begitu masuk ada Misi pemula: lima langkah kecil yang ngajak kamu nyoba tiap bagian sekali. Di samping tiap judul ada tombol ? yang jelasin fungsinya pakai bahasa sehari-hari.

Beneran cuma sekali bayar?

Iya. Rp29.000 sekali, lalu akunmu aktif seumur hidup layanan LVLUP. Tidak ada perpanjangan otomatis. Kalau nanti ada add-on berbayar, itu opsional dan tidak mengurangi apa yang sudah kamu punya.

Setelah bayar, terus gimana?

Dalam beberapa menit kamu dapat email dari noreply@papon.id berisi link untuk bikin password. Klik, bikin password, dan kamu langsung masuk. Login berikutnya pakai email dan password itu di lvlup.papon.id/app.

Email-nya nggak masuk?

Cek folder Spam atau Promosi dulu. Kalau tetap nggak ada, buka lvlup.papon.id/app, pilih "Lupa password", dan masukkan email yang kamu pakai waktu bayar. Masih mentok? Email kami di halo@papon.id.

Kalau sehari lupa Tutup hari, streak-ku hangus?

Belum tentu. Tiap 7 hari streak kamu dapat satu freeze (maksimal dua) yang otomatis menjaga apimu. Kalau freeze habis dan kamu kelewat sehari, apinya mulai lagi dari Ember. XP, level, dan rekor terbaikmu tetap.

Bisa dipakai di HP?

Bisa, memang dirancang buat HP. Buka di browser, lalu "Tambah ke Layar Utama" supaya muncul kayak aplikasi. Di laptop juga bisa, datanya sama.

Datanya aman?

Datamu cuma bisa dibuka lewat akunmu. Password disimpan terenkripsi, tidak ada iklan atau pelacak, dan datamu tidak dijual. Kamu bisa unduh semua data atau hapus akun kapan saja. Detailnya di Kebijakan Privasi.

Berhenti maksa otak ngingat semuanya.

Pindahin isinya ke LVLUP malam ini, tutup hari pertamamu, dan lihat bara pertamamu menyala.

Sumber

  1. Zeigarnik, B. (1927). Das Behalten erledigter und unerledigter Handlungen. Psychologische Forschung, 9, 1โ€“85.
  2. Masicampo, E. J., & Baumeister, R. F. (2011). Consider it done! Plan making can eliminate the cognitive effects of unfulfilled goals. Journal of Personality and Social Psychology, 101(4), 667โ€“683. doi:10.1037/a0024192
  3. Amabile, T., & Kramer, S. (2011). The Progress Principle: Using Small Wins to Ignite Joy, Engagement, and Creativity at Work. Harvard Business Review Press.
  4. Lally, P., van Jaarsveld, C. H. M., Potts, H. W. W., & Wardle, J. (2010). How are habits formed: Modelling habit formation in the real world. European Journal of Social Psychology, 40(6), 998โ€“1009. doi:10.1002/ejsp.674
  5. Gollwitzer, P. M., & Sheeran, P. (2006). Implementation intentions and goal achievement: A meta-analysis of effects and processes. Advances in Experimental Social Psychology, 38, 69โ€“119. doi:10.1016/S0065-2601(06)38002-1
  6. Allen, D. (2001). Getting Things Done: The Art of Stress-Free Productivity. Viking.
  7. Forte, T. (2022). Building a Second Brain. Atria Books.